Terletak di jalur strategis wisata alam Merapi–Merbabu, Desa Cepogo menjadi titik pertemuan antara kekayaan alam, budaya, dan tradisi kerajinan tembaga.
Jejak Sejarah
Jejak Tembaga Berusia Ratusan Tahun
Kerajinan tembaga Cepogo berakar sejak abad ke-17 pada masa Kerajaan Mataram Islam. Tradisi ini bermula dari padepokan Ki Ageng Rogosasi dan berkembang menjadi pusat pengolahan logam untuk kebutuhan kerajaan.
Perannya berlanjut hingga masa Perang Diponegoro, era Pakubuwana X, serta restorasi Keraton Surakarta pasca kebakaran tahun 1955. Hingga kini, teknik tatah handmade tetap dipertahankan sebagai warisan budaya.
How It’s Made
Proses Kerajinan Tembaga
Lembaran Tembaga
Pemotongan Lembar Tembaga
Pembentukan Manual (Pukul & Pahat)
Perakitan Detail
Finishing & Pewarnaan Alami
Hampir seluruh proses dikerjakan secara manual, bukan mesin.
Our Craft
Karya Tembaga Cepogo
lampu & Dekorasi Interior
Ornamen Masjid & Kubah
Kaligrafi Tembaga
Patung & Artwork Custom
Aksesoris Arsitektur
✨ Fun Fact
Satu karya besar dapat dikerjakan berminggu-minggu hingga berbulan-bulan
Semakin tua usia tembaga, warnanya semakin indah
Satu produk bisa terdiri dari ratusan pukulan tangan
Setiap pengrajin memiliki "ciri pukulan" khas
Tanpa cetakan massal, sehingga hampir tak ada produk yang benar-benar sama